Menu
yovitaproperty

Marketing Associate Century 21 Zawa 2

08111000122

Shophouse Mediterania Garden 2 Tower Helonica Jasmin No.1C Jalan S.Parman Kav 28, Jakarta Barat 11470

Cara Bertahan Dari Krisis Finansial

Sunday, May 3rd 2020.

Sejak Indonesia terkena dampak dari penyebaran virus covid-19, kehidupan pun berubah drastis. Yang biasanya kita melihat kemacetan di ibu kota, demi memberantas penyebaran virus corona ini, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dimana semua orang yang melakukan kegiatan bekerja, belajar dan beribadah semuanya dilakukan di rumah saja. Hal ini pun akan sangat berdampak pada keadaan ekonomi kita. Tidak sedikit karyawan di PHK maupun perusahaan terpaksa menutup gerai-gerainya karena cash flow tidak berjalan baik selama beberapa bulan.

Tetapi tidak semua berdampak negatif. Perusahanaan yang bergerak di bidang pangan dan obat-obatan berdampak positif, permintaan akan produknya semakin bertambah. Banyak orang yang mengubah kebiasaannya menjadi lebih baik dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengkonsumsi vitamin demi menjaga imun tubuh, bahkan sampai menjaga kebersihan dan kehigienisan lingkungan maupun benda-benda yang sering dipakai. Banyak juga orang-orang yang mendadak berjualan frozen food, jualan masker, sanitizer dan disinfektan dan lain-lain.

Nah dari masalah ini kita bisa melihat 2 pilihan, mau ngeflow aja meratapi nasib dan keadaan yang ada dengan mengasihani diri sendiri dan menganggap diri sendiri tidak mampu, atau malah kita melihat peluang di balik musibah, mencari jalan keluar dan tetap positif thinking.

Waktu masih terus berjalan, kita tidak tahu kapan pandemi ini berlalu. Masalah finansial tidak bisa dianggap sepele. Karena konsekuensinya tidaklah sederhana, tak hanya fisik tetapi juga psikologis. Orang yang mengalami krisis finansial sering kali stres tak jarang mengarah pada frustrasi, emosional dalam arti mudah marah dan tersinggung, bingung, lepas kontrol, dan kehilangan rasa percaya diri. Sementara dari segi fisik, orang yang sedang menghadapi krisis finansial tampak lusuh tak terawat dan lebih kurus.

Terus, bagaimana caranya menghadapi dan bertahan dari krisis finansial sehingga tercapai kembali stabilitas finansial? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut.

1.) Buat Anggaran Bulanan

List dan hitung pengeluaran Anda, mulai dari belanja kebutuhan harian, mingguan, atau bulanan hingga tagihan-tagihan rutin (fixed cost) seperti listrik, air bersih, telepon, cicilan pinjaman, dan lainnya. Tujuannya adalah untuk melacak setiap rupiah yang dibelanjakan. Review mana pengeluaran yang tidak terlalu penting yang bisa dihemat untuk menghindari pemborosan. Dalam kondisi seperti ini Anda harus bijak dalam menentukan prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi lebih dulu.

2.) Menyisihkan Dana Cadangan

Krisis finansial bisa terjadi jika seseorang tidak siap mengalami kondisi darurat seperti sakit, kecelakaan, peralatan rumah tangga rusak, atap rumah roboh, kendaraan rusak, dan hal lain yang bersifat mendadak. Jika Anda tidak mempunyai dana simpanan, maka Anda akan dipaksa berhutang atau jual aset. Cara menyisihkan dana cadangan bisa dengan membeli polis asuransi, membuat tabungan berjangka, deposito, maupun uangnya diinvestasikan di saham, reksadana atau obligasi dan lain-lain. Usahakan punya dana cadangan yang liquid dan mudah dicairkan jika terjadi kondisi mendesak.

3.) Melunasi Hutang

Jika sudah terlanjur terjebak hutang, Anda tetap harus melunasinya dan tidak membuat hutang baru. Mulailah merinci tagihan dari yang bunganya paling tinggi hingga pinjaman yang tanpa bunga. Jika memungkinkan, minta waktu tenggang dan tunjukkan komitmen untuk mencicil secara bertahap hingga selesai. Hidup tanpa utang jelas akan lebih ringan dan menyenangkan.

4.) Mencari Penghasilan Tambahan

Ketika penghasilan Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tabungan masa depan, maka Anda harus menambah pemasukan untuk menambah pundi-pundi uang. Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Mungkin Anda bisa memanfaatkan hobi dan talenta Anda, menjadi influencer, menjual jasa photography atau bisa juga menjadi agent asuransi atau properti yang tidak terlalu membutuhkan modal dan resiko yang besar. Jangan memulai bisnis dengan resiko dan modal yang besar lagi di awal, hanya akan membuat Anda makin terlilit hutang dan tidak produktif karna merasa tertekan hingga stres.

Itulah beberapa cara untuk bertahan dari krisis finansial. Seperti kata pepatah, “lebih baik mencegah daripada menghadapi krisis finansial”. Namun jika krisis finansial tak dapat dihindari, maka bertahan menjadi satu-satunya pilihan sambil berusaha untuk bisa segera keluar dari situasi dan kondisi tersebut. Selamat mencoba!